Babylon indah? Benarkah? Berikut ringkasannya
menurut sebuah buku yang telah saya baca..
Nama
Babylon sepertinya sudah begitu akrab di muka bumi ini. Ya, Babylon adalah
ibukota Babylonia sebuah kerajaan kuno yang sekarang ini masuk wilayah Irak
selatan. Kota Babylon penuh dengan bangunan – bangunan yang menakjubkan. Bahkan
salah satu peninggalan kota itu, Taman Gantung Babylon selalu menjadi langganan
pemenang kontes “Tujuh Keajaian Dunia”.
Peninggalan koa Babylon yang berupa
reruntuhan bangunan yang masih tersisa sekarang ini dibangun oleh Raja
Nebukadnezar. Konon ini adalah reruntuhan bangunan – bangunan fisik yang sangat
indah, yang membuat Kota Babylon dikenal sebagai kota Babylon dikenal sebagai
kota paling indah di dunia pada saat itu.
Keindahan dan daya tariknya telah
diakui banyak tokoh dari dunia masa lalu yang bukan orang Babylon. Seperti ditulis
oleh Herodotus, seorang sejarawan Yunani Kuno, yang hidup sekitar 450 SM, “Keindahan
Babylon melebihi kota manapun di dunia yang dikenal pada saat ini.”
Menurut penggambaran Herodotus, kota
kerajaan itu dikelilingi oleh tembok – tembok yang besar. Herodotus mengklaim
dinding luar panjangnya 56 mil, lebarnya 80 mil dan tingginya 10,56 meter. Lebar
tembok itu cukup luas sehingga cukup bagi 6 kereta kuda perang berkeliling di
atasnya. Sementara dinding dalamnya tidak begita tebal.
Disamping
itu Babylon juga mempunyai Taman Gantung. Keberadaan Taman Gantung menunjukan
tingginya kekuasaan dan pengaruh kota dan Raja Nebukadnezar II. Selain
membangun Taman Gantung, dia juga membangun banyak kuil yang indah, jalan-jalan
yang lebar, istana dan dinding yang menakjubkan.
Menurut perkiraan, Taman Gantung
dibangun untuk menghibur istri Nebukadnezar II, Amyitis yang rindu kampung
halaman. Amyitis, saudara perempuan Raja Medes, dinikahi Nebukadnezar untuk
menciptakan penyatuan antar bangsa. Kampung halaman tempat pemaisuri berasal,
tanahnya hijau, rimbun dan bergunung-gunung. Sementara di kota Babylon dia
mendapatkan tanah yang datar, permukaan tanah Mesopotamia yang kering terbakar
teriknya matahari, yang membuatnya tertekan. Raja memutuskan membuat tiruan
tanah kelahiran pemaisuri dengan membangun gunung buatan dengan taman-taman
yang berunda-undak.
Taman Gantung mungkin tidak
sungguh-sungguh ‘tergantung’ dalam pengertian digantung pada kabel atau tali.
Nama itu berasal dari terjemahan yang tidak tepat kata Yunani kremastos atau
kata latinnya pensilis, yang tidak berarti bergantung, tapi berada di atas
seperti halnya tanah berundak atau balkon.
#LNS


