Sunday, July 13, 2014

Keindahan Kota Babylon

            Babylon indah? Benarkah? Berikut ringkasannya menurut sebuah buku yang telah saya baca..

Nama Babylon sepertinya sudah begitu akrab di muka bumi ini. Ya, Babylon adalah ibukota Babylonia sebuah kerajaan kuno yang sekarang ini masuk wilayah Irak selatan. Kota Babylon penuh dengan bangunan – bangunan yang menakjubkan. Bahkan salah satu peninggalan kota itu, Taman Gantung Babylon selalu menjadi langganan pemenang kontes “Tujuh Keajaian Dunia”.
            Peninggalan koa Babylon yang berupa reruntuhan bangunan yang masih tersisa sekarang ini dibangun oleh Raja Nebukadnezar. Konon ini adalah reruntuhan bangunan – bangunan fisik yang sangat indah, yang membuat Kota Babylon dikenal sebagai kota Babylon dikenal sebagai kota paling indah di dunia pada saat itu.
            Keindahan dan daya tariknya telah diakui banyak tokoh dari dunia masa lalu yang bukan orang Babylon. Seperti ditulis oleh Herodotus, seorang sejarawan Yunani Kuno, yang hidup sekitar 450 SM, “Keindahan Babylon melebihi kota manapun di dunia yang dikenal pada saat ini.”
            Menurut penggambaran Herodotus, kota kerajaan itu dikelilingi oleh tembok – tembok yang besar. Herodotus mengklaim dinding luar panjangnya 56 mil, lebarnya 80 mil dan tingginya 10,56 meter. Lebar tembok itu cukup luas sehingga cukup bagi 6 kereta kuda perang berkeliling di atasnya. Sementara dinding dalamnya tidak begita tebal.


            Disamping itu Babylon juga mempunyai Taman Gantung. Keberadaan Taman Gantung menunjukan tingginya kekuasaan dan pengaruh kota dan Raja Nebukadnezar II. Selain membangun Taman Gantung, dia juga membangun banyak kuil yang indah, jalan-jalan yang lebar, istana dan dinding yang menakjubkan. 
Menurut perkiraan, Taman Gantung dibangun untuk menghibur istri Nebukadnezar II, Amyitis yang rindu kampung halaman. Amyitis, saudara perempuan Raja Medes, dinikahi Nebukadnezar untuk menciptakan penyatuan antar bangsa. Kampung halaman tempat pemaisuri berasal, tanahnya hijau, rimbun dan bergunung-gunung. Sementara di kota Babylon dia mendapatkan tanah yang datar, permukaan tanah Mesopotamia yang kering terbakar teriknya matahari, yang membuatnya tertekan. Raja memutuskan membuat tiruan tanah kelahiran pemaisuri dengan membangun gunung buatan dengan taman-taman yang berunda-undak.
Taman Gantung mungkin tidak sungguh-sungguh ‘tergantung’ dalam pengertian digantung pada kabel atau tali. Nama itu berasal dari terjemahan yang tidak tepat kata Yunani kremastos atau kata latinnya pensilis, yang tidak berarti bergantung, tapi berada di atas seperti halnya tanah berundak atau balkon. 
#LNS


No comments:

Post a Comment