Saturday, July 5, 2014

Tragedi Vetsin, Micin dan Sasa

                Apa itu vetsin? Vetsin adalah bumbu penyedap yang biasa ditambahkan untuk makanan. Vetsin dibuat dari fermentasi tebu yang melalui proses cukup lama dan rumit. Vetsin digunakan sebagai penyedap rasa karena dapat menciptakan rasa khas (gurih) pada makanan. Selain harganya yang terjangkau penggunaan vetsinpun hemat, cukup  ± ½ sendok teh dalam tiap masakan. Oleh karenan itu, vetsin banyak diminati penggunaannya terutama oleh pengusaha – pengusaha rumah makan.

                Yang menjadi permasalahan dalam kasus ini adalah apakah vetsin itu aman? Apakah penggunaannya dalam sehari – hari tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan? Faktanya vetsin (monosodium glutamat) adalah salah satu bahan kimia yang dapat menyebabkan efek buruk jika penggunaannya terus menerus. Terlebih untuk anak – anak yang masih dalam tahap pertumbuhan, senyawa kimia ini dapat menyebabkan berkurangnya daya konsentrasi dan daya ingat anak. Hal inipun dapat berpengaruh pada kecerdasan anak.
                Melihat dari segi bahayanya vetsin terhadap manusia khususnya anak – anak, akan lebih baik apabila kita mengurangi kebiasaan menggunakan vetsin. Atau bahkan tidak menggunakan vetsin sama sekali. Penggunaan vetsin sebagai bumbu penyedap dapat digantikan dengan bahan alami yang tingkat bahayanya lebih rendah dibandingkan vetsin, misalnya kaldu ayam asli. Akan lebih mudah menghilangkan ketergantungan anak terhadap makanan yang mengandung vetsin apabila kita lebih dini menghentikan penggunaannya. Memang sulit, tapi untuk alasan kesehatan tidak ada salahnya untuk dicoba. Lebih baik mencegah daipada mengobati.
                Terlepas dari bahaya penggunaan penyedap rasa yang satu ini, ada fakta unik mengenai pelafalan vetsin dikalangan warga Indonesia. Tampaknya, warga Indonesia seringkali menyebut vetsin sebagai “micin” dan bahkan menyebutnya dengan “Sasa”. Padahal, itu merupakan suatu kekeliruan dalam Bahasa Indonesia. Pelafalan yang keliru ini sering kita jumpai di lingkungan sekitar. “Micin” dikatakan keliru karena berasal dari kata vetsin yang mungkin sulit diucapkan. Penggunaan kata “Sasa” pun terjadi kekeliruan karena menyebutkan nama merk dari vetsin itu sendiri. Kesalahan yang sama terjadi pada kata mie instan yang sering disebut “Indomie” atau “Sarimie”. Air mineral sering disebut “Aqua”, detergen menjadi “Rinso”,dan sebagainya.
                Penyebab dari kasus ini mungkin dikarenakan pelafalan nama bahan tersebut sulit atau tidak biasa diucapkan oleh warga Indonesia. Terlebih jika nama bahan tersebut merupakan istilah dari Bahsa Inggris. Penyebab lain adalah adalah orang Indonesia sudah terbiasa menyebut nama bahan dengan nama merk atau nama dagangnya. Dan mungkin disebabkan karena karena kurangnya pengetahuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Inilah salah satu alasan mengapa kita perlu mempelajari Bahasa Indonesia, mencintai dan bangga serta bertanggung jawab atas melestarikan Bahasa Indonesia.
Dengan membiasakan akan lebih mudah #LNS

No comments:

Post a Comment