Apa
itu vetsin? Vetsin adalah bumbu penyedap yang biasa ditambahkan untuk makanan. Vetsin
dibuat dari fermentasi tebu yang melalui proses cukup lama dan rumit. Vetsin digunakan sebagai penyedap rasa
karena dapat menciptakan rasa khas (gurih) pada makanan. Selain harganya yang
terjangkau penggunaan vetsinpun hemat, cukup ± ½ sendok teh dalam tiap masakan. Oleh
karenan itu, vetsin banyak diminati penggunaannya terutama oleh pengusaha –
pengusaha rumah makan.
Yang
menjadi permasalahan dalam kasus ini adalah apakah vetsin itu aman? Apakah penggunaannya dalam sehari – hari tidak
akan berdampak buruk bagi kesehatan? Faktanya vetsin (monosodium glutamat)
adalah salah satu bahan kimia yang dapat menyebabkan efek buruk jika
penggunaannya terus menerus. Terlebih untuk anak – anak yang masih dalam tahap
pertumbuhan, senyawa kimia ini dapat menyebabkan berkurangnya daya konsentrasi
dan daya ingat anak. Hal inipun dapat berpengaruh pada kecerdasan anak.
Melihat
dari segi bahayanya vetsin terhadap manusia khususnya anak – anak, akan lebih
baik apabila kita mengurangi kebiasaan menggunakan vetsin. Atau bahkan tidak menggunakan vetsin sama sekali. Penggunaan vetsin sebagai bumbu penyedap dapat
digantikan dengan bahan alami yang tingkat bahayanya lebih rendah dibandingkan vetsin, misalnya kaldu ayam asli. Akan lebih
mudah menghilangkan ketergantungan anak terhadap makanan yang mengandung vetsin apabila kita lebih dini
menghentikan penggunaannya. Memang sulit, tapi untuk alasan kesehatan tidak ada
salahnya untuk dicoba. Lebih baik mencegah daipada mengobati.
Terlepas
dari bahaya penggunaan penyedap rasa yang satu ini, ada fakta unik mengenai
pelafalan vetsin dikalangan warga
Indonesia. Tampaknya, warga Indonesia seringkali menyebut vetsin sebagai “micin”
dan bahkan menyebutnya dengan “Sasa”. Padahal, itu merupakan suatu kekeliruan
dalam Bahasa Indonesia. Pelafalan yang keliru ini sering kita jumpai di
lingkungan sekitar. “Micin” dikatakan keliru karena berasal dari kata vetsin yang mungkin sulit diucapkan.
Penggunaan kata “Sasa” pun terjadi kekeliruan karena menyebutkan nama merk dari
vetsin itu sendiri. Kesalahan yang
sama terjadi pada kata mie instan yang sering disebut “Indomie” atau “Sarimie”.
Air mineral sering disebut “Aqua”, detergen menjadi “Rinso”,dan sebagainya.
Penyebab
dari kasus ini mungkin dikarenakan pelafalan nama bahan tersebut sulit atau
tidak biasa diucapkan oleh warga Indonesia. Terlebih jika nama bahan tersebut
merupakan istilah dari Bahsa Inggris. Penyebab lain adalah adalah orang
Indonesia sudah terbiasa menyebut nama bahan dengan nama merk atau nama
dagangnya. Dan mungkin disebabkan karena karena kurangnya pengetahuan berbahasa
Indonesia yang baik dan benar. Inilah salah satu alasan mengapa kita perlu
mempelajari Bahasa Indonesia, mencintai dan bangga serta bertanggung jawab atas
melestarikan Bahasa Indonesia.
Dengan
membiasakan akan lebih mudah #LNS

No comments:
Post a Comment